![]() |
![]() |
[Uncluster/EventReview]---Untited by Hardcore bisa dibilang sebagai promo tour album dari Tragedi, Rebuild Through Resistance dan Standfree, This Is Our Pride yang baru saja rilis.
“Kebetulan tur ini juga dalam rangka promo tour album Tragedi sama Standfree yang baru saja rilis album, sekalian mau launching dan minta dibikinin tur, akhirnya link-link yang sebelumnya ketunda itu bisa direalisasikan sekarang” ujar Ryan a.k.a Parto.
Selain itu United by Hardcore Tour ini digelar untuk menjalin kekerabatan komunitas hardcore dari Bandung dan komunitas hardcore di beberapa kota yang didatangi, seperti Jogja, Solo, dan Semarang. Selain itu ada dua band lainnya yang ikut meramaikan dalam tur kali ini, yaitu Outright dan Under 18. Inilah hari demi hari yang dilalui oleh rombongan United By Hardcore selama tur di 3 kota yaitu Jogja, Solo dan Semarang.
Jogja, 9 Juli 2010
Blaze sepakat dijadikan sebagai meeting point pada hari itu, rombongan yang berjumlah 49 orang ini berkumpul pada pukul 21.00. Kita semua berangkat dari Kota Bandung sekitar pukul 22.40 dengan menggunakan bus berkapasitas 60 orang dan harus berdesak-desakn dengan peralatan yang dibawa. Perjalanan selama ±12 jam pun akhirnya ditempuh, sampai pada akhirnya rombongan tiba di Kota Jogja sekitar pukul 11.00. Setibanya di Jogja (tepatnya di Slackers) kita langsung disambut hangat oleh crew dari Slackers, kita semua dijamu makan dan dipersilahkan untuk istirahat di tempat yang telah disediakan.
Rombongan bisa istirahat dan melepas lelah setelah menempuh ±12 jam perjalanan. Menjelang sore hari, rombongan terbagi ke dalam beberapa kelompok untuk menikmati suasana Kota Jogja, di antara kita semua ada yang memutuskan untuk pergi ke Malioboro sedangkan yang lainnya terpisah dan akan berkumpul kembali sebelum acara berlangsung.
And The Show Was…
Scene hardcore di kota ini memang tidak pernah ada matinya, ini terlihat dengan berjibunnya para hardcore kids yang datang memadati pelataran toko Slackers. Kita semua sempat menduga akan mendapatkan crowd yang sepi, tapi semuanya salah. “Di sini kalau ada acara emang selalu ramai, gak pernah sepi. Kalau acaranya mau ramai, acara harus diadain setelah jam maghrib ke atas,” ujar Diana head owner Slackers.
Pantas saja acara ini dimulai setelah maghrib, namun sempat terjadi beberapa kendala teknis sebelum acara dimulai seperti listrik padam, namun dengan sigap panitia mengambil tenaga cadangan dari genset. Selain itu sound yang kurang maksimal membuat penampilan band-band malam itu agak terganggu, tapi tidak mengurangi semangat para band untuk terus menghajar atmosfer Kota Jogja malam hari itu.
Acara dibuka dengan penampilan dari band-band hardcore lokal Jogja seperti Stronger Than Before, Troughout, First Time, dan Something Wrong. Sampai tiba saatnya Outright perform. Perlu diketahui, Ini adalah tur pertama Outright bersama Hardi a.k.a Nyank2 (vokalis baru mereka), mereka membawakan lagu-lagu yang diambil dalam album pertama mereka Hardcore Strikes Back, dan sempat meng-cover lagu dari Hatebreed “Betrayed by Life”, serta membawakan dua materi lagu terbaru mereka “Face and Flight” dan “Persistence”. Giliran Under 18 band oldskool hardcore dari Bandung ini membawakan beberapa lagu yang diambil dari album Loyalitas.
Crowd seakan tidak ada habisnya, dari awal sampai akhir acara tetap panas. Sampai tiba pada band berikutnya yaitu Standfree dari Bandung dengan lagu-lagu yang diambil dalam mini album mereka This Is Our Pride, selain itu mereka sempat membawakan Agnostic Front yang berjudul “Gotta Go” dan “For My Family”.
Terakhir penampilan dari Tragedi yang membawakan materi lagu dalam album terbaru mereka Rebuild Through Resistance seperti “Don’t Judge Us”, “Struggle for What I Believe”, “Bastard”, Circle of Life”, “Shit On Your Face”, “Raise Our Salary”, “United by Hardcore”, dan terakhir “Too Live and Die”. “Penonton puas dan band pun puas,” ujar Parto pelaksana United By Hardcore Tour ini. Usai acara, rombongan kembali menuju tempat penginapan untuk menikmati makanan gudeg khas Jogja yang telah disediakan oleh panitia.
Solo, 10 Juli 2010
Hari berikutnya rombongan bergegas menuju kota berikutnya yaitu Kota Solo. Di kota berikutnya ini rombongan band United By Hardcore akan main dalam acara Solo Meet Bandung “Hardcore Party” yang bertempat di gedung auditorium kampus AUB (Surakarta).
Rombongan berangkat dari Kota Jogja sekitar pukul 11.50 siang. Setibanya di lokasi, rombongan lansung bongkar muat alat-alat untuk langsung melakukan sesi check sound sekaligus pasang booth merchandise di luar venue. Usai check sound, rombongan diajak untuk menuju hotel dan langsung menempati kamar masing-masing sambil menikmati makanan yang diberi oleh panitia. Pukul 18.40 rombongan bergerak menuju venue, perjalanan sedikit terhambat karena macet.
And The Show Was…
Setibanya di venue, Last Blood sedang berada di atas panggung memanaskan suasana, crowd di sini tidak kalah brutalnya dengan kota sebelumnya namun tetap aman. Standfree sedang besiap-siap untuk naik ke atas panggung setelah penampilan dari Spirit Of Life. Standfree band hardcore Bandung rilisan Deadman Records ini menawarkan dosis music tough guy hardcore, dengan sejumlah track teranyar yang diambil dari mini album mereka This Is Our Pride meluncur mulus tanpa kendala, dan kembali membawakan lagu dari Agnostic Front yang berjudul “Gotta Go” dan “For My Family”.
Berikutnya Under 18 tampil all out malam itu, mereka mengajak penonton terus ikut sing along dengan lagu-lagu yang diambil dalam album Loyalitas, penampilan mereka malam itu ditutup dengan lagu “Bandung Brotherhood”. See On sang vokalis bercerita kepada saya betapa kaget dan kagumnya dia ketika penonton di Kota
Solo ini hafal betul lagu “Bandung Brotherhood”. “Padahal ieu lain di Kota Bandung, tapi kabeh arapaleun laguna. Edan!! Respect!!”. (“Padahal ini bukan di Kota Bandung, tapi semuanya hafal lagunya. Edan!! Respect!!”, red) ujar See On.
Tragedi naik ke atas panggung pukul 21.00, mereka bersiap-siap untuk menghajar atmosfer crowd penonton di Kota Solo dengan lagu-lagu diambil dalam Rebuild Through Resistance, di kota ini Tragedi membawakan lagu-lagu seperti “Don’t Judge Us”, “Struggle for What I Believe”, “Breakyoudown”, “Bastard”, “Yelled for Freedom”, “Shit On Your Face”, “Raise Our Salary”, dan terakhir “United by Hardcore”. Penonton di moshpit area menjadi lebih brutal, tampak terlihat beberapa teman kami ikut moshing dan sing along bersama.
Setelah itu ada Outright yang menjadi band penutup, meskipun tampil terakhir tapi suasana di moshpit area tetap panas!! Dengan lagu-lagu andalan yang diambil dalam album Hardcore Strikes Back dan covered song Hatebreed “Betrayed by Life”, serta dua lagu terbaru mereka “Face and Flight” dan “Persistence” tidak lupa kembali dibawakan.
Usai tampil, semua rombongan kembali menuju hotel untuk istirahat dan makan, kemudian melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Kota Semarang, sekaligus kota terakhir dalam rangkaian tur kali ini.
Semarang, 11 Juli 2010
Sekitar pukul 13.00 rombongan United By Hardcore Tour check out dari hotel tempat menginap dan berpamitan kepada panitia yang telah menjamu kami, untuk kemudian melanjutkan perjalanan berikutnya menuju Kota Semarang dan tampil dalam acara “Teenage Power 3rd”.
Sekitar ± 4 jam perjalanan lamanya kami tempuh di atas deru aspal yang panas, di dalam bus para awak mengisi waktu dengan bercanda dan menikmati sisa “oleh-oleh” yang dibawa dari Kota Solo. Tidak terasa, pukul 16.00 rombongan tiba di pintu masuk Kota Semarang, dan akhirnya tiba di venue yang bertempat di Marabunta/Gd.Semut pada pukul 17.00, hujan yang lumayan lebat menyambut kedatangan rombongan United By Hardcore, namun kami semua tetap semangat dan antusias.
Rombongan langsung loading alat menuju venue, dan diajak menuju waiting room yang bertempat di lantai 2. Sambil menunggu giliran naik ke atas panggung, semua band dan para crew melakukan checking alat. Sedangkan yang lainnya menyempatkan diri untuk melihat perform band-band lokal.
And The Show Was…
Crowd di tempat ini tidak terlalu penuh ramai, mungkin gedung tempat acaranya terlalu besar sehingga penonton tidak fokus pada satu titik tempat. Sekitar 13 band bersedia berbagi panggung bersama rombongan band dari United By Hardcore, Standfree menjadi tumbal pertama untuk merasakan crowd Kota Semarang yang lebih brutal dari kota-kota sebelumnya. Standfree berhasil memuaskan penonton dengan takaran dosis yang optimal, dilanjutkan dengan perform dari Under 18.
Sangat disayangkan, di tengah-tengah penampilan Under 18 sempat terjadi sedikit keributan yang dilakukan oleh oknum penonton yang tidak “dewasa” untuk merusak suasana acara ini yang tadinya kondusif. Namun Budrex sang bassist langsung menangkan penonton yang rusuh. “Jangan sampai nasib scene underground di Kota Semarang sama kayak di Bandung, susah bikin acara karena ulah penonton yang tidak dewasa. Jadi saya mohon pengertiannya apabila kalian ingin acara ini tetap berlanjut, kalian harus tetap kondusif,” Budrex menenangkan penonton. Setelah dirasa penonton sudah mulai kondusif, acara pun kembali dilanjutkan. Under 18 kembali menghajar crowd Semarang dengan beberapa lagu yang diambil dalam
album Loyalitas, dan penampilan mereka akhirnya ditutup dengan lagu “Bandung Brotherhood”.
Disambung dengan penampilan Tragedi yang malam itu membawakan lagu-lagu seperti “Don’t Judge Us”, “Struggle for What I Believe”, “Breakyoudown”, “Bastard”, “Shit On Your Face”, “Raise Our Salary”, dan terakhir “United by Hardcore”. Namun sangat disayangkan, pascakerusuhan yang terjadi sebelumnya, crowd penonton menjadi sedikit melonggar, tidak seramai sebelumnya.
Outright menjadi band terakhir dalam rangkaian acara “Teenage Power 3rd” malam itu dengan membawakan beberapa materi lagu terbaru yang berjudul “Persistence”, dan “Face and Flight”, juga tidak lupa covered song dari Hatebreed yang berjudul “Betrayed by Life”, dan beberapa lagu dalam album pertama mereka. Band ini sekaligus menutup rangkaian “United By Hardcore Tour 2010”.

Usai acara semua rombongan berkumpul untuk foto-foto bersama dan menikmati makan malam yang disuguhkan oleh panitia, kami semua makan bersama di dalam venue sambil bercanda dan bercerita prihal kerusuhan yang seharusnya tidak terjadi. Akhirnya rombongan angkat kaki dari Kota Semarang untuk melanjutkan perjalan pulang menuju Kota Bandung tercinta. Sebuah tur yang sangat menyenangkan tentunya. Sampai jumpa dalam United By Hardcore Tour berikutnya, terima kasih telah berpartisipasi bersama kami. Adios!!! [texts: Refly a.k.a megalauman/Photos: Pats doc.]