![]() |
![]() |
[Uncluster/EventReview]---Kali ini Cut/// Copy benar-benar tampil live, bukan DJ set. Kedatangan mereka sebelumnya dulu telah membuat lantai dansa Blowfish, Jakarta sesak. Cut/// Copy pada Sabtu (10/7) membuktikan ramuan musik scuzzy disco, post-punk, electric rock, dan space pop lebih nikmat disajikan hidup-hidup.
Dan Whitford, Tim Hoey, dan Mitchell Scott memulai perjalanan musikal mereka dengan merilis I Thought of Numbers EP pada 2001. Tiga tahun kemudian Bright Like Neon Love lahir sebagai album perdana.
Langkah Cut/// Copy tidak berhenti. Mereka meneruskan karyanya dengan menyajikan album In Ghost Colors pada 2008. Album ini menuai pujian karena ditangani in house produser DFA, Tim Goldsworthy. Ketika rilis, album ini melesat ke puncak tangga lagu ARIA di Australia pada 30 November 2008. Putra kebanggaan Melbourne, Australia ini pun telah ikut tur bersama Franz Ferdinand, Bloc Party, hingga Daft Punk.
Ismaya Live memboyong Cut/// Copy ke atas panggung Bengkel Night Park, Jakarta. Ismaya Live merupakan divisi terbaru Ismaya Group yang telah lama mengelola restoran dan bar. Jangan heran tiket konser ini dijual di tempat seperti SushiGroove, Pizza e Birra, Blowfish, dan Dragonfly.
Sebagai appetizer, Rock 'n Roll Mafia menyajikan rasa electronic pop dan ambient yang kental. Band asal Bandung ini jarang dapat Anda saksikan. Masih berkutat denan materi lama dari album Outbox, RNRM membawakan 'Question' dan 'Zsa Zsa Zsu'. Tapi, RNRM menyisipkan materi segar untuk album berikutnya.
Agrikulture menawarkan musik elektronik dengan bumbu rock, funk, dan soul. Sang vokalis dengan atraktif duduk di bangku kecil sambil mengeluhkan berat badannya yang naik drastis. Lagu "Unbelievable" (EMF), "Smells Like Teen Spirit (Nirvana), dan "Light My Fire" (The Doors) yang diaransemen ulang membuat penonton mulai memanas.
Menu utama tampil di balik asap dan lampu temaram. Wajah mereka tersembunyi dalam kegelapan. Trio synth-pop ini mulai tersibak dari dominan cahaya biru yang menyirami panggung. "Lights and Music" menjadi salam pembuka. Ini salah satu yang membuat nama Cut/// Copy melejit di kancah internasional. Lagu yang diremix Boys Noize dan Superdiscount ini masuk pula dalam video game FIFA 09.
"Far Away" yang pernah tampil pada serial TV Nip/Tuck mengubah Bengkel menjadi lantai dansa. Suasana memanas dibakar dengan "Where I’m Going", "That Was Just A Dream", dan "Feel The Love".
Whitford turut menari lepas kendali setelah melepaskan tuts keyboard. Dandanan Cut/// Copy terlalu rapi untuk berdisko. Mereka mengenakan kemeja lengan panjang yang digulung."Alisa", "So Haunted", dan "Visions" membuat peluh para pedansa makin menetes. Whitford yang kurus mengepalkan tangan ke udara dan menggerakkannya sesuai ritme. Tarian liarnya mengingatkan pada Ian Curtis. Walau tarafnya masih di bawah Joy Division.
Tangan Hoey memberi aba-aba ajakan agar penonton memenuhi ruang dengan tepuk tangan. "Nobody Lost, Nobody Found" dan "Blink" menyusul untuk membahagiakan penonton. Whitford pun mengucapkan, "Terima kasih."
Layar lebar di sisi panggung mengeluarkan tulisan lirik "Hearts On Fire". Lagu yang hanya dapat diunduh ini menduduki tahta tertinggi di tangga lagu radio Australia yang paling berpengaruh, Triple J pada 2007. Penonton berada di puncak kenikmatan sebelum ditinggal pergi Cut/// Copy.
Drama encore Cut/// Copy ditanggapi dengan baik oleh penonton. Teriakan "We want more" membahana. "Out There On The Ice" dan "Sands Of Time" menghadirkan kembali Cut/// Copy ke panggung. Penonton merasa belum puas. Kali ini Cut/// Copy serius untuk pergi dan tak kembali.
Penonton setia menunggu. Beberapa mulai pergi. Musik latar masih berbunyi. Cut/// Copy dinilai masih berutang beberapa lagu lagi. Perjumpaan terasa singkat. Tak lama penonton pun menyerah ketika melihat kru mulai mempreteli peralatan mereka. Setelah dua kali tampil pun, Cut/// Copy masih bisa menyisakan rasa penasaran. [Karlina Octaviany]





